Milad ke-33, UM Palangkaraya Didorong menjadi Pusat Keunggulan

30 September 2020, kategori Berita hits 0

"MILAD: Rektor UM Palangkaraya beserta para Pimpinan Universitas pada acara Kajian Daring dalam rangka memperingati Milad ke-33 yang diselenggarakan di Kampus UM Palangkaraya, pada Rabu (30/9)."

PALANGKA RAYA –  Dalam rangka memperingati Milad ke-33 pada tanggal 24 September 2020 lalu, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya menggelar Kajian Daring yang diselenggarakan pada Rabu (30/9) menggunakan media Zoom Meeting. Semua Pimpinan dan Pejabat Universitas dari Rektor, BPH, Jajaran Wakil Rektor, Seluruh Dekan, Kepala Biro, Kepala Lembaga, dan Kepala Unit hingga seluruh dosen, karyawan dan mahasiswa hadir secara langsung dalam kajian ini. Selain itu juga hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah beserta seluruh PWA, PDM, Ortom Muhammadiyah dan Pimpinan AUM di Kalimantan Tengah. Yang menjadi pembicara di momen yang spesial ini adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si dan Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, M.Pd, M.Ed, Ph.D. 

Dalam tahniah milad ke-33 tahun Universitas Muhammadiyah (UM) Palangkaraya, Rabu (30/9) Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mendukung UM Palangkaraya menjadi pusat keunggulan (center of excellence).

Dengan menjadi pusat keunggulan, UM Palangkaraya beserta 163 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan mampu maksimal memberikan pengabdian dan kemanfaatan pada masyarakat dan bangsa.

“Untuk semua tanpa diskriminasi. Pendidikan Muhammadiyah tidak mengenal hanya pada satu agama, golongan, suku bangsa dan lain-lain. Amal Usaha Muhammadiyah hadir untuk memberi manfaat yang terbaik bagi bangsa dan umat semesta,” ujar Haedar.

Untuk itu, pertama bagi Haedar UM Palangkaraya harus memiliki kelebihan di atas rata-rata baik dalam kualitas akademik, riset, pengabdain masyarakat, juga dalam berbagai peran kemanusiaan yang melintasi.

“Kedua, jika ingin menjadi universitas unggulan harus punya kekuatan, faktor pembeda yang kualitatif. Ketiga, harus punya produksi karya keilmuan, riset, pengabdian masyarakat dan peran-peran kemanusiaan,” ujar Haedar sembari meminta ditumbuhkannya tradisi keilmuan hingga penerjemahan akhlak mulia dalam pemanfaatan teknologi.

“Konsolidasi organisasi diperlukan. Revitalisasi gerakan. Termasuk penguatan peran UM Palangkaraya bagi masyarakat sekitar. InsyaAllah akan barakah jika kita berperan. Cintai mereka sebagai bagian dari kita,” pesannya.

Terakhir, Haedar berpesan agar UM Palangkaraya menjadikan pasal tersebut sebagai transformasi gerakan berkemajuan, termasuk sabar membimbing para mahasiswa.

“Mudah-mudahan kehadiran Muhammadiyah di Kalimantan Tengah termasuk UM Palangkaraya ini menjadi semakin baik, memperoleh kepercayaan masyarakat, membangun kebersamaan dari masyarakat dan hadir dengan segala kemaslahatan yang kita lakukan sehingga UM Palangkaraya menjadi penggerak dakwah dan pencerahan masyarakat Kalimantan tengah,” tutupnya.

Setelah acara kajian selesai, para Pimpinan Universitas menggelar doa bersama dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur atas umur UM Palangkaraya yang telah genap ke-33 tahun. 

(ap/my)