UM Palangkaraya Satu-satunya Kampus Yang Dapat Hibah Pendampingan Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul (A) di Kalimantan Tengah

07 Agustus 2020, kategori Berita hits 0

"AKREDITASI: Rektor UM Palangkaraya memimpin langsung Rapat Persiapan Akreditasi Perguruan Tinggi, pada Kamis (6/8)."

PALANGKA RAYA –  Dalam rangka mengejar akreditasi A (Unggul) untuk kategori Perguruan Tinggi , Universitas Muhammadiyah (UM) Palangkaraya pada Kamis (6/8) menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Akreditasi Perguruan Tinggi (AIPT). Saat ini UM Palangkaraya telah terakreditasi B secara Institusi. Rapat AIPT ini dipimpin langsung oleh Rektor UM Palangkaraya, Dr. Sonedi, M.Pd. Para Pimpinan yang hadir pada rapat ini adalah Jajaran Wakil Rektor 1, 2, dan 3, Kabag Keuangan, Kabag Kepegawaian, Kepala Lembaga/Biro/Unit, serta para Gugus Kendali Mutu Fakultas.

Seperti yang sudah diketahui, UM Palangkaraya pada Tahun ini mendapatkan Hibah Pendampingan AIPT  dimana pada hari Rabu, 5 Agustus 2020 yang lalu telah dilaksanakan bimbingan teknis oleh asesor dari BAN-PT Prof. Dr. Ir. Johanes Hutabarat, M.Sc. melalui daring via Zoom Meeting. UM Palangkaraya juga menjadi salah satu dari dua kampus di Kalimantan yang terpilih untuk memperoleh Hibah Pendampingan AIPT tersebut selain STIKES Banjarmasin. “Semoga Hibah ini dapat kita manfaatkan untuk menunjang Pendampingan Akreditas Perguruan Tinggi UM Palangkaraya”, terang Dr. Sonedi, M.Pd, pada Kamis (7/8).

Untuk Akreditasi mendatang Rektor UM Palangkaraya, Dr. Sonedi, M.Pd menargetkan agar UM Palangkaraya dapat naik peringkat dan menjadi Kampus yang terakreditas Unggul (A). Untuk mendapatkan Akreditasi Unggul Perguruan Tinggi maka ada empat syarat yang diperlukan. Pertama, Skor butir penilaian Sistem Penjaminan Mutu (Ketersediaan dokumen formal SPMI, Ketersediaan bukti yang sahih terkait praktik baik pengembangan budaya mutu di perguruan tinggi) ≥ 3,0. Kedua, Skor butir penilaian Akreditasi Program Studi (Perolehan status terakreditasi program studi oleh BAN-PT atau Lembaga Akreditasi Mandiri) ≥ 3,25. Ketiga, Skor butir penilaian Penjaminan Mutu (Efektivitas pelaksanaan sistem penjaminan mutu) ≥ 3,0. Keempat, Skor butir penilaian Publikasi Ilmiah di Jurnal (Jumlah publikasi di jurnal dalam 3 tahun terakhir) ≥ 3,25.

Untuk memenuhi persyaratan tersebut diperlukan persiapan jauh hari. Oleh karena itu, Dr. Sonedi, M.Pd berharap semoga dengan persiapan yang disusun jauh hari membuat semuanya menjadi matang sehingga Tahun 2021 nanti reakreditasi dapat segera diajukan. "Oleh karena itu semua stakeholder di UM Palangkaraya harus saling bahu membahu demi mengejar Akreditasi Unggul (A) kategori Perguruan Tinggi", tutup Dr. Sonedi, M.Pd, pada Kamis (6/8). (ap/my)

0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan kode diatas)