Selamat dan Sukses hari jadi Kota Palangka Raya ke-63

Pembangunan daerah Kota Palangka Raya saat ini, mengahadapi banyak isu strategis yang perlu kembali ditata dalam rangka merencanakan pembangunan kota yang berkelanjutan baik dari aspek fisik maupun non fisik. Apalagi dalam kondisi pandemi ini yang belum berakhir, ada banyak isu yang harus dihadapi untuk menyongsong tatanan kehidupan normal yang baru untuk kesejahteraan masyarakat Kota Palangka Raya kembali.

Perjalanan panjang pembangunan yang telah dilaksanakan satu dekade kami menjabat masih menyisakan banyak pekerjaan rumah untuk mewujudkan Palangka Raya menjadi Kota Cantik yang telah tertuang dalam visinya ingin mewujudkan Palangka Raya sebagai Kota Pendidikan, Jasa dan Pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan berpedoman pada Falsafah Huma Betang. Perjuangan yang selama ini telah dilakukan masih perlu keberlanjutan, yang harus diintegrasikan oleh Walikota yang terpilih untuk melanjutkan perjuangan perwujudan dari RPJM periode ketiga 2018-2023 sebagai keberlanjutan visi RPJPD Kota Palangka Raya Tahun 2008-2028 (periode jangka panjang).

Di hari jadi Kota Palangka Raya ini, kami segenap keluarga mengucapkan “Selamat dan sukses hari jadi Kota Palangka Raya ke-63 (17 Juli 2020)” Semoga visi dan misi dibawah Walikota Fairid Naparin,S.E dan Hj. Umi Mustikah,S.H dapat terwujud untuk mensejahterakan masyarkat.

Salam kami,
Dr.H.M.Riban Satia,S.Sos.,M.Si beserta keluarga.

Pengambilan Keputusan

Suatu keputusan tidak dapat terlepas dalam kehidupan kita sehari – hari, karena kita selalu dihadapkan pada hal tersebut. Keputusan itu bersifat dari yang sederhana sampai pada keputusan yang amat rumit dan sulit.

Seorang pemimpin organisasi harus mampu mengambil keputusan, walaupun banyak factor lain yang sangat besar pengaruhnya terhadap keputusanya, karena seseorang pada saat tertentu sudah mengambil keputusan, tetapi hal ini bisa berbeda keputusan disaat yang lain. Karena sebagian fungsi terpenting dari seorang pemimpin adalah sebagai pengambil keputusan, sehingga keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin sangat berkenan dan menentukan  terhadap tindakan apa yang perlu dilaksanakan, siapa yang melakukan serta kapan, dimana, dan terkadang bagaimana  tindakan itu dilaksanakan. Misalnya seorang presiden perlu melakukan keputusan siapa yang menjadi anggota kabinetnya ; seorang manager harus membuat keputusan tentang perlu tidaknya mengangkat pegawai tambahan, pembelian mesin baru, atau memberhentikan karyawanya. Karena suatu keputusan itu sangat penting maka kemampuan untuk membuat keputusan yang sangat tepat dan berkwalitas menjadi suatu hal yang mutlak harus dimiliki seorang pemimpin.

Kebanyakan pengambilan keputusan oleh seseorang berhubungan erat dengan pemecahan masalah – masalah yang dihadapinya, seperti masalah pribadi, pekerjaan maupun sosial. Beberapa pokok pemikiran penting tentang pengambilan keputusan, yaitu : 

1. Pemecahan masalah oleh individu berkenaan dengan penggunaan strategi pencarian alternatip yang relevan. Individu biasanya berusaha meminimalkan hambatan melalui pemilihan strategi didalam memecahkan masalah

2. Perilaku pemecahan masalah bersifat adaptif. Individu mengawalinya dengan pemecahan yang tentatif, mencari informasi , memodifikasi solusi awal,dan melanjutkanya sampai terjadi keseimbangan antara harapan dan realisasi hasil.

3. Betapapun terbatasnya situasi pemecahan masalah, factor kepribadian dan keinginan individu akan memasuki pilihan strategi, penggunaan informasi dan keputusan akhir.

Pada umumnya para individu cenderung menggunakan strategi yang sederhana, walau dalam masalah serumit apapun guna mendapatkan penyelesaian yang diinginkan, karena penyelesaian itu dibatasi oleh informasi yang kurang sempurna, factor waktu dan biaya, keterbatasan pikiran dan tekanan psikologis yang dialami oleh pelaku pengambil keputusan.

KONDISI YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN

Selain ketersediaan informasi yang sangat erat dengan hasil keputusan, juga hal – hal lain yang mempengaruhi kondisi tersebut dan perlu diperhatikan, Yaitu : 

1. Kondisi kepastian: Kondisi kepastian merupakan kondisi dimana pengambil keputusan mempunyai informasi yang lengkap mengenai masalah yang dihadapi, alternatip pemecahan masalah dan hasil yang mungkin diperoleh, sehingga pengambil keputusan dalam kondisi yang pasti, jika dirinya dapat mengontrol dan mengantisipasi sepenuhnya terhadap kejadian yang akan timbul.

2. Risiko : Risiko merupakan kondisi yang dapat diindentifikasi, didefinisikan, diprediksi kemungkinan terjadinya dan kemungkinan hasil dari setiap alternatif yang diambil, biasanya kondisi yang demikian itu timbul jika pengambil keputusan dalam keadaan keterbatasan informasi yang berkaitan dengan keputusan yang akan ditetapkanya, sebaliknya , suatu risiko tidak akan terjadi jika pengambil keputusan dapat merumuskan suatu kemungkinan secara obyektif.

3. Kondisi ketidak pastian: Merupakan kondisi dimana pengambil keputusan tidak memiliki informasi yang diperlukan dalam pengambil keputusan. Dalam hal yang demikian , pengambil keputusan juga tak mampu untuk menetapkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebagai hasil dari pemilihan alternatif yang diambilnya. Karena keputusan yang diambil bersifat spekulatif, dan sering kali mengandalkan intuisi yang semata sebagai pedomanya.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Kata proses pada dasarnya berkaitan dengan urutan langkah yang mengarah pada hasil tertentu, sehingga didalam proses pengambilan keputusan tidak akan terlepas dari :

1. intelligence ( penyelidikan ) :yaitu pencarian kondisi yang memerlukan keputusan

2. design ( rancangan ) :Yaitu dengan pengembangan dan analisis terhadap berbagai kemungkinan tindakan, dan,

3. choice ( pemilihan ) :yang berkenaan dengan pemilihan tindakan yang sesungguhnya.

GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN.

Perilaku seseorang akan mendekati dalam melaksanakan pengambilan keputusan. Gaya kepemimpinan dan gaya hidup adalah dua diantara contoh gaya yang mempengaruhi didalam mengambil keputusan. Seperti halnya gaya ( perilaku ) kepemimpinan yang ditampilkan oleh seseorang didalam melakukan pengambilan keputusanpun bermacam – macam. Menurut Carl Jung ( 1923 ) seorang psikolog telah mengindentifikasikan empat fungsi dalam kaitanya dengan pengambilan keputusan, Yaitu :

1. sensing ( pengideraan ): berkaitan dengan tendensi untuk mencari fakta, bersifat realistis, dan melihat sesuatu dalam perspektif yang obyektif. Karenanya fungsi ini menempatkan nilai yang tinggi pada fakta yang dapat divertivikasi  oleh penggunaan pancaindera , menyukai rutinitas dan presisi.

2. intuiting ( intuisi ) :Yaitu berkaitan dengan tendensi untuk mencoba menyingkap kemungkinan – kemungkinan baru guna mengubah cara menangani sesuatu. Menyukai situasi yang baru dan unik , tidak menyukai hal – hal yang bersifat rutin, detail dan presisi.

3. thinking ( pemikiran): adalah tendensi untuk mencari hubungan sebab akibat yang sistematik untuk dianalisis secara utuh, dan membedakan dengan tegas antara yang benar dan yang salah, dan pemikiranya bertumpu pada proses kognitif.

4. feeling ( perasaan ): yaitu tendensi untuk mempertimbangkan bagaimana perasaan diri sendiri dan orang lain sebagai akibat dari keputusan – keputusan yang dibuat, dalam hal ini ada perbedaan – perbedaan antara yang baik dan buruk, bernilai dan tak bernilai.dan ia menggantungkan diri pada proses afektif

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SECARA KELOMPOK

Proses pengambilan keputusan kelompok adalah salah satu corak proses pengambilan keputusan dalam organisasi. Ciri dari prosesnya ditandai dengan keterlibatan dan partisipasi orang banyak. Sering kali keputusan semacam ini dianggap ideal dan dipergunakan secara luas dalam organisasi . Namun, apakah hal ini berarti bahwa keputusan kelompok selalu lebih disukai dari pada keputusan oleh individu sendiri ? pertanyaan ini tergantung dari berbagai faktor, yaitu keunggulan dan kekurangan dari keputusan kelompok tersebut, yakni :

Keunggulan keputusan kelompok 

Keputusan individual dan kelompok ini masing – masing memiliki kekuatan sendiri – sendiri, karenanya masing – masing juga tidak selalu ideal untuk semua situasi. Namun beberapa keunggulan  keputusan kelompok dibandingkan dengan keputusan individual adalah sebagai berikut :

1. Informasi dan pengetahuan lebih lengkap. Dalam menghimpun sumber daya dari sejumlah individu , berarti lebih banyak masukan yang dipakai dalam proses pembuatan keputusan.

2. Keragaman pandangan lebih banyak. Selain masukan yang banyak, kelompok dapat membawa serta heterogenitas mereka kedalam proses keputusan. Hal ini membuka peluang bagi lebih banyak pendekatan dan alternatip yang akan menjadi pertimbangan.

3. Penerimaan keputusan lebih besar. Banyak solusi yang ternyata gagal setelah keputusan diambil, karena orang – orang tidak dapat menerima hasil keputusan tersebut. Akan tetapi , bila orang yang akan dikenai oleh keputusan itu dan orang tersebut dapat ambil bagian dalam proses pembuatanya, maka mereka lebih cenderung untuk menerimanya, dan bahkan akan mendorong orang lain untuk menerimanya.

4. Legitimasi keputusan lebih kuat. Masyarakat kita menghargai metode – metode yang demokratis. Proses pengambilan keputusan kelompok yang konsisten dengan sikap demokratis dipandang lebih memiliki keabsahan dari pada keputusan yang dibuat oleh seorang individu.

Kekurangan keputusan kelompok

Disamping keunggulan – keunggulanya. Sudah barang tentu keputusan kelompok juga mengandung kelemahan. Beberapa kekurangan keputusan kelompok antara lain : 

1. Memakan waktu.Untuk membentuk suatu kelompok sudah jelas membutuhkan waktu tersendiri. Proses interaksi yang terjadi begitu kelompok terbentuk juga sering sekali tidak efisien. Akhirnya kelompok membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai kesepakatan terhadap sebuah solusi dari pada yang dapat dilakukan seorang individu. Hal ini tentu saja membatasi kemampuan manajemen untuk bertindak cepat pada saat diperlukan.

2. Tekanan untuk sependapat. Keinginan anggota kelompok untuk diterima dan dipertimbangkan sebagai aset bagi kelompok akan mengakibatkan adanya penekanan pada pihak yang berbeda pendapat, dan mendorong persesuaian diantara sejumlah pandangan. Keadaan seperti ini juga mmendorong terjadinya pemikiran kelompok ( groupthink ) akan dimana tekanan kelompok mengarah pada menurunya efisiensi mental, minimnya uji realitas, dan kurangnya pertimbangan moral.

3. Dominasi oleh minoritas. Boleh jadi didominasi oleh satu atau beberapa anggota  Jika koalisi dominasi ini juga terdiri anggota yang berkemampuan rendah dan menengah, maka efektifitas kelompok secara keseluruhan akan mengalami gangguan.

4. Tanggung jawab yang kabur. Anggota kelompok sama berbagi ( share ) tanggung jawab, tetapi tak jelas siapa yang bertanggung jawab, sedangkan pada keputusan kelompok tanggung jawab dari setiap anggota diabaikan.

TEKNIK – TEKNIK KEPUTUSAN DALAM KELOMPOK

Bentuk yang paling lazim ( tradisional ) dalam proses pengambilan keputusan kelompok terjadi dalam interaksi tatap muka. Dalam hal ini, teknik – teknik brainstorming ( sumbang saran ), nominal group ( kelompok nominal ), dan delphi telah dianggap sebagai cara yang baik untuk meminimalkan berbagai masalah yang timbul didalam interaksi kelompok tradisional itu.

1. Brainstorming

Teknik brainstorming adalah salah satu bentuk teknik kelompok. Pada pokoknya teknik ini untuk menggali dan mendapatkan gagasan – gagasan dari anggota kelompok. Karena, teknik brainstorming lebih berfokus pada penggalian gagasan daripada evaluasi gagasan. Semakin banyak gagasan yang digali, maka semakin besar peluang untuk mendapatkan solusi kreatif atas sesuatu masalah yang dihadapi. Namun demikian teknik ini mengandung beberapa kelemahan , Yaitu : a..Hanya dapat diterapkan pada masalah – masalah yang sederhana  b. Sangat memakan waktu dan biaya, c. Hanya menghasilkan ide – ide yang dangkal.

2. Nominal group technique

Berbeda dengan brainstorming, nominal group technique (NGT) berkenaan dengan penggalian dan evaluasi gagasan sekaligus. Pada mulanya gagasan – gagasan digali secara nominal ( tanpa interaksi ) guna menghindari hambatan dan permufakatan. Selanjutnya, pada waktu evaluasi atas gagasan, interaksi dan diskusi dimungkinkan, namun dalam situasi yang terstruktur agar setiap gagasan mendapatkan perhatian yang proporsional.

3. Delphi Technique

Teknik dekphi sedikit berbeda dengan NGT, dalam mana prosesnya semata mata tergantung pada kelompok nominal( para pakar ) sebagai partisipan yang kesemuanya tidak melakukan interaksi tatap muka. Jadi, dengan teknik ini sangat mungkin kita dapatkan sejumlah pakar tanpa harus mengumpulkan mereka pada disatu tempat pada waktu yang sama. Perlu ditekankan disini bahwa para pakar tersebut tidaklah membuat keputusan akhir, tetapi lebih sebagai penyaji informasi bagi pengambil keputusan dalam organisasi. Inti dari teknik ini pada penggunaan serangkaian kuisioner yang dikirimkan kepada responden untuk mendapatkan masukan. Selanjutnya dari jawaban yang mereka masukan diolah lagi oleh pihak pengambil keputusan untuk merumuskan rangkuman – rangkuman yang kemudian akan digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan. Sesungguhnya teknik ini kelihatanya ilmiah dan secara teoritis dapat memanfaatkan pikiran para ahli yang bermutu tinggi, akan tetapi teknik delphi juga mengandung kelemahan, seperti : a. memakan waktu lama, dan  b. Perlu ketrampilan bahasa yang tinggi untuk menyusun kuisioner yang baik dan sesuai dengan masalah yang diangkat.

DAFTAR PUSTAKA

1. Sudarwan Danim . ( 2002 ) Inovasi Pendidikan . Bandung : Pustaka Setia

2. Umar Nimran , (1997 ) Perilaku Organisasi . Surabaya : CV. Citra Media 

3. Winardi, ( 1992 ) Manajemen Perilaku Organisasi . Bandung : PT Citra Aditya Bakti

Optimis

Dalam sebuah kebijakan, sikap optimis mejadi sangat diperlukan. Apalagi jika kita memegang kewenangan untuk memutuskan sesuatu. Sikap Optimis membuat seseorang menjadi bijaksana dalam setiap keputusannya karena membuat si pemiliknya menjadi positif thinking dalam setiap permasalahannya. Kemudian sikap optimislah yang dapat melihat dan menangkap kesempatan dalam setiap kesulitan yang dihadapinya.

Ekowisata Danau Takapan

Merupakan Judul Buku yang saya tulis, judul itu lanjutan dari disertasi saja yang mengadopsi konsep penerapan ekowisata berdasarkan hasil Observasi di 4 Kota Wisata Dunia yakni Istanbul : Kota tempat Para Penziarah kembali, Frankfurt dan Munich : Dua kota Tempat Sejarah dan Kemoderanan Bertemu serta Dubai : kota tempat Fantasi manusia terpuaskan.

Ikhtiar

Sejak berakhir di 2 periode menjadi Walikota Palangkaraya, Saya sudah menutup diri untuk mengikuti kontestasi politik kembali. Namun dorongan, dukungan, bahkan doa yang banyak diberikan kepada saya dari para akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para kerabat menuntun saya untuk tidak egois dan memberanikan diri untuk maju dalam bakal calon Gubernur Kalteng 2020 nanti.

Salam

A ssalamu’alaikumwarohmatullahiwabarokatuh;

Salam Sejahtera; Om Swatyastu; Tabe Salamat Lingu Nalatai, Sembah Sujud Karendem Malempang; Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’Saruga, Basengat Ka’Jubata.

Dengan mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Saya menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dalam blog saya ini. Mengingat perkembangan teknologi informasi yang berkembang begitu cepatnnya maka semua sektor dan profesi dituntut untuk membaur dalam perubahan zaman tersebut. Maka dari itu, saya ikut berperan aktif dalam menggunakan teknologi yang semakin pesat ini. Blog Dosen ini saya pergunakan untuk memberikan informasi mengenai profil diri, bahan ajar, serta penugasan. Hal ini tentunnya akan membantu mahasiswa untuk memudahkan akses dalam pembelajaran.

Riwayat Mengajar

Mata Kuliah :

  1. Kebijakan Publik
  2. Evaluasi Kebijakan Publik
  3. Sistem Hukum Indonesia
  4. Pengantar Sosiologi
  5. Pengantar Sosiologi Masyarakat Desa/Kota
  6. Sistem Sosial Indonesia
  7. Analisa Kebijakan Publik
  8. Administrasi Pemerintah Lokal
  9. Reformasi Administrasi
  10. Dinamika Pemabngunan Daerah
  11. Desentralisasi & Otonomi Daerah
  12. Pengantar Ilmu Politik
  13. Metode Penelitian Administrasi