MEMBIASAKAN BERBUAT BAIK (KULTUM 04/06/15)

KULTUM 04/06/15

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Syukur Alhamdullilah kita haturkan kehadirat Allah SWT sang pemberi petunjuk, yang menguasai dan mengendalikan seluruh hati manusia.

Puji syukur kita haturkan pula kepada Allah, karena dengan rahmat dan karunia Nya, kita bisa merasakan nikmatnya ibadah dan kekuatan kepada Nya. Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah,….

MEMBIASAKAN BERBUAT BAIK

Dalam suatu hadits qudsi, Allah SWT berfirman “jikalau seseorag hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta dan jikalau ia mendekat padaKu sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas.” (HR. Bukhari)

Didalam melihat jalan hidup masyarakat di sekitar kita, bisa kita lihat bahwa beberapa orang mempunyai kecenderungan tertentu. Orang yang terbiasa berbuat maksiat, maka dari hari kehari dia akan semakin terjerumus kedalam lembah yang hitam. Sebaliknya, orang yang suka sholat berjamaah ke mesjid, maka dia akan ramah ke tetangganya, rutin berinfaq dan bahagia kehidupan keluarganya.

Semakin seseorang memperbanyak dan membiasakan berbuat baik, maka semakin banyak terbuka pintu-pintu kebaikan yang lain. Hal ini sesuai dengan hadits qudsi diatas bahwa semakin tinggi intensitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT maka semakin dekatlah kita dengan-Nya.

Salah satu kunci kesuksesan hidup kita adalah bagaimana kita membiasakan berbuat baik. Semakin kita terbiasa berbuat baik, maka semakin mudah jalan kita untuk mencapai kebahagiaan hidup. Agar manusia terbiasa beribadah, maka ibadah dilakukan berulang dalam kurun waktu tertentu seperti sholat lima kali dalam sehari, puasa sunnah dua kali seminggu dan sholat jum’at sekali sepekan.

Permasalahan awal yang biasanya ditemukan dalam melakukan sesuatu yaitu dalam memulainya. Memulai suatu aktifitas terkadang lebih berat diandingkan ketika melaksanakannya. Maka ketika kita mendorong mobil yang mogok, akan diperlukan tenaga yang besar saat sebelum mobil bergerak. Setelah mobil tersebut bergerak, diperlukan daya dorong yang kecil. Ada juga sifat kita yang menunda berbuat baik, padahal perbuatan baik janganlah ditunda. Kalau kita ada keinginan untuk menunda, maka tundalah untuk menunda. Hal ini seperti disampaikan Rasulullah Saw :

Bersegeralah untuk beramal, jangan menundanya hingga datang tujuh perkara. Apakah akan terus kamu tunda untuk beramal kecuali jika sudah datang : kemiskinan yang membuatmu lupa, kekayaan yang membuatmu berbuat melebihi batas, sakit yang merusakmu, usia lanjut yang membuatmu pikun, kematian yang tiba-tiba menjemputmu, dajjal, suatu perkara gaib terburuk yang harus ditunggu, saat kiamat, saat bencana yang lebih dahsyat dan siksanya yang amat pedih.” (HR. Tarmidzi).

Salah satu cara mempermudah kita dalam memulai suatu amal ibadah adalah dengan mengetahui akan besarnya manfaat yang akan dirasakan. Segala hambatan atau godaan untuk tidak melaksanakan kebaikan tersebut akan bisa dilewatkan dengan keyakinan yang kuat. Oleh sebab itu, kita wajib untuk mencari ilmu tentang fadilah (kelebihan) dari suatu amalan atau ibadah. Bahkan untuk pengulangan dalam Al Qur’an digunakan agar manusia semakin ingat.

“Dan sesungguhnya dalam Al Quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari.” (QS. Al Israa’ 41).

Jadi, mulailah perbuatan baik yang ingin anda lakukan sekarang dan jangan ditunda. Kalau belum yakin, perluas dan perdalam ilmu agar kita semakin yakin.

Wallahu a’lam bish showab.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

MOTIF UNTUK BELAJAR

Motif belajar dapat diartikan bahwa sesuatu yang mendorong individu untuk berperilaku yang langsung menyebabkan munculnya perilaku. tanpa motif seseorang tak dapat belajar, karena dengan hal tersebut dapat memberi semangat dan arah dalam belajar.

karena motif ini merupakan keinginan yangakan dipenuhi/dipuaskan, maka ia timbul bila ada rangsangan, baik karena adanya kebutuhan (needs), maupun adanya minat (interest) terhadap sesuatu.

Eksistensi mahasiswa sudah menginjak periode dewasa, dengan sendirinya sudah terbentuk kepribadiannya dan sudah menemukan dirinya.ia tahu apa yang diingininya, dicita-citakan, dan diminati. ia ingin segera menjadi sarjana mengamalkan ilmunya yang dimiliki, ingin segera mendapat pekerjaan, jodoh, posisi tertentu di masyarakat, dan lain-lain.

Semua itu dapat menimbulkan motivasi untuk belajar. Jadi bagi seorang mahasiswa, motivasi pada umumnya timbul karena adanya rangsangan intern dan ekstern yang mendorong ia berperilaku belajar.

 

TUGAS PEMUDA SEKARANG DAN DI MASA DEPAN

Tugas pemuda sekarang dan di masa depan tidak bisa lepas kaitannya dengan tugas sejarah yang besar, yang sedang digumuli oleh seluruh bangsa kita, yakni pembangunan. tugas masa depan adalah tugas pembangunan. Kita bersama-sama harus membangun hari esok yang kita cita-citakan, yang dicita-citakan oleh perjuangan yang sangat panjang dan berat dari seluruh bangsa kita ini. Suatu hari esok yang lebih baik dari hari kemarin dan hari ini.

Pengisian masa depan seperti yang di cita-citakan oleh proklamasi kemerdekaan itu dengan sendirinya menuntut keterlibatan generasi muda. sebab, apabila kita ingin membangun hari esok yang lebih baik, maka didalamnya telah tercermin kepentingan dan sekaligus peranan generasi muda. Pembangunan yang tengah dikerjakan saat ini secara keseluruhan tetap merupakan tugas, tanggung jawab dan milik kita bersama.

Untuk menjaga dan memelihara kesinambungan dan kelestarian sejarah bangsa kita, perlu menekankan pentingnya keikutsertaan generasi muda dalam kegiatan pembangunan. Kesinambungan dan kelestarian sejarah bangsa kita akan dapat terpelihara, kalau generasi muda tidak duduk sebagai penonton, melainkan naik ke atas pentas sejarah bangsanya, ikut aktif memegang peranan pelaksana pembangunan bangsanya. Oleh karena itu untuk memberi bentuk dan isi masa depan sejarah bangsa, maka pupuklah semangat kepeloporan, keberanian memikul tanggung jawab dan resiko. Wujud nyatanya harus dilakukan dalam pembuatan dan pengabdian dan sekali-kali bukan dalam angan-angan dan impian semata.

KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN

Kepercayaan kepada Tuhan Yang Mahakuasa itu amat penting.karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti kenyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya.

Oleh karena itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan. Sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang Mahatinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekuensinya tiap-tiap umat beragama/kepercayaan dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.

Pengukuhan iman (kepercayaan), bahwa adanya zat itu merupakan kebenaran mutlak. Perwujudannya terdapat dalam ikrar lisan yang dibenarkan dengan hati dan dilaksanakan dalam perbuatan (affirmation). Antara sesama penganut kepercayaan kepada Tuhan terjalin suatu batin yang kuat, sehingga tumbuh suatu persaudaraan umat seagama/sekepercayaan.

Berlandaskan kepercayaan tadi tiap-tiap individu merasa pasti bahwa tujuan hidup kepada kebahagiaan yang sempurna itu tidak terdapat di dunia ini tetapi di akhirat. Kenyakinan ini membawa akibat, bahwa hidup di dunia ini merupakan satu kesatuan dengan akhirat, dan manusia berbuat penyesuaian dengan kenyakinan tadi ( assurance ).

Perasaan optimis bahwa kebaikan dalam tingkah laku akan membawa kebaikan pula (pahala) dan akan mengalahkan kejahatan. Dengan demikian bagi yang berbuat baik (tindakan moral) bisa berharap/mempunyai pengharapan mendapat kebaikan dalam kesempatan lain.

Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya.Usaha itu bergantung kepada pribadi, kondisi, situasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :

a. Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah kita.

b. Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat (ambek paramartha).

c. Mengurangi nafsu pengumpulan harta yang berlebihan.

d. Menekan perasaan negatif seperti  iri, dengki, fitnah dan sebagainya.

KEBAJIKAN

Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika.

Manusai berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia iu baik, makhluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.

Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. kedua unsur itu terpisah bila manusia meninggal. karena merupakan pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri, cita-cita sendiri,dan sebagainya. Justru karena itu, karena mementingkan diri sendiri, seringkali manusia tidak mengenal kebajikan.

manusia merupakan makhluk sosial, manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai,saling membenci, saling menrugikan dan sebagainya.

Manusia sebagai makhluk Tuhan, diciptakan Tuhan dan dapat berkembang karena Tuhan. Untuk itu manusia dilengkapi kemampuan jasmani dan rohani,juga fasilitas alam sekitarnya seperti tanah, air, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.

Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu manusia sebagai pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan manusia sebagai makhluk Tuhan.

Manusia sebagai pribadi dapat menentukan baik-buruk. yang menentukan baik buruk itu suara hati. Suara hati itu semacam bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan baik atau tidak. Jadi suara hati itu merupakan hakim terhadap diri sendiri. Suara hati sebenarnya telah memilih yang baik, namun manusia seringkali tidak mau mendengarkan.

Demikian pula suara hati masyarakat, yang menentukan baik-buruk adalah suara hati masyarakat.Suara hati manusia adalah baik, tetapi belum tentu suara hati masyarakat mengangagap baik.Sebagai anggota masyarakat, manusia tidak dapat membebaskan diri dari kemasyarakatannya.

Sebagai makhluk Tuhan, manusiapun harus medengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu membisikkan agar manusia berbuat baik dan mengelakkan perbuatan yang tidak baik.Jadi, untuk mengukur perbuatan baik-buruk, harus kita dengar pula suara Tuhan atau kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan berbentuk hukum agama atau hukum Tuhan.

Jadi, kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berlaku sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya.

Baik -buruk, kebijakan dan ketidakbijakan menimbulkan daya kreativitas bagi para seniman, banyak hasil seni lahir dari imajinasi kebajikan dan ketidakbajikan.

Namun ada pula kebajikan semu, yaitu kejahatan yang berselubung kebajikan. Kebajikan semu ini sangat berbahaya, karena pelakunya orang-orang munafik, yang bermaksud mencari keuntungan diri sendiri.

 

 

 

 

 

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebijakan , dan sikap hidup. Cita-cita,kebijakan dan sikap hidup itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya manusia tidak dapat melepaskan diri dari cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup itu.

Orang tua selalu menimang-nimang anaknya sejak masih bayi agar menjadi ‘ dokter, insiyur dsb.  Ini berarti bahwa sejak anaknya lahir, bahkan sejak dalam kandungan, orang tua telah berangan -angan agar anaknya itu mempunyai jabatan atau profesi yang biasanya tak tercapai oleh orang tuanya.

Selain dari itu, pada setiap kelahiran bayi, doa yang diucapkan oleh famili atauhandai taulan biasanya berbunyi, semoga kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, agama, dan berbakti kepada orang tua.

Karena itu wajarlah apabila cita-cita, kebijakan, dan pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Sudah tentu kadar atau tingkat cita-cita, kebijakan dan sikap hidup itu berbeda-beda bergantung kepada pendidikan, pergaulan, dan lingkungan masing-masing.

Itulah sebabnya cita-cita, kebajikan dan sikap hidup banyak menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak hasil seni yang melukiskan cita-cita, kebijakan dan sikap hidup seseorang.

 

SOAL PKN MAHASISWA TEKNIK

1.  Coba anda identifikasikan hak dan kewajiban apa saja bagi warga negara sesuai dengan UUD 1945 ?

2.  Bagaimana menurut pendapat anda mengenai individu sebagai warga negara ? Jelaskan.

2. Bagaimana kehidupan bersama yang memiliki esensi nilai moral takwa, toleran, rukun, saling menghormati dan kerja sama ?

4.  Bagaimana pengakuan dan jaminan hukum terhadap individu sebagai warga negara dalam melaksanakan kewajiban agamanya ?

5.  Landasan yuridis apa yang mendasari Bangsa Indonesia semakin kuat tekadnya untuk bersatu.

 

jawaban per individu dengan uraian sesuai dengan kemampuan anda,,dikirimkan lewat email ibu endangsuyati@yahoo.co.id paling lambat pkl.17.15 hari jumat, 20 maret 2015. tulis nama, nim, MK,,,,selamat mengerjakan.

 

SOAL MK PROFESI PENDIDIKAN

Dikerjakan untuk individu dan jawabannya dikirim lewat email ibu,,,paling lambat pkl 16.40 sore ne kamis, tgl 19 maret 2015. endangsuyati@yahoo.co.id

 

1.  Sebutkan dan jelaskan hakekat pendidikan menurut teori humanisme.

2.  Anak ikut serta dalam pengendalian proses belajar mengajar. Anak perumus utama  tujuan pembelajaran . Proses pembelajaran seperti ini sangat dipengaruhi oleh paham aliran psikologi apa , jelaskan ?

3.  Menurut paham behaviorisme, perwujudan dari suatu respon atas  stimulasi yang datang pada individu dinamakan apa, jelaskan ?

4. Proses pendidikan di Taman kanak-kanak, perlu  mempertahankan dominasi metode bermain, karena selain anak terbiasa dengan bermain, bermain juga merupakan dunianya. Praktik pendidikan seperti itu terutama dipengaruhi oleh paham psikologi apa ,jelaskan ?

tugas PKN untuk mahasiswa BK

 

jawaban ditulis tangan dan dipastikan dapat mudah dibaca, waktu 70 menit.

diwajibkan jawaban dengan uraian sesuai dengan kemampuan anda.

 

1. diskusikan faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi terjadinya keanekaragaman di Indonesia.

2. Upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk memperkecil adanya perbedaan yang dapat menjurus terjadinya disintegrasi bangsa.?

3. Keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia bukan hanya sebagai kenyataan yang menguntungkan, akan tetapi juga merupakan tantangan.

Jelaskan makna pernyataan tersebut diatas !

4. Mengapa karakteristik wilayah bisa mempengaruhi terjadinya kebhinekaan dalam mata pencaharian penduduk ?

tugas pendidikan kewarganegaraan untuk mahasiswa Fapertahut.

1. Reformasi tahun 1998 telah membawa perubahan terhadap sistem dan struktur  ketatanegaraan Indonesia. pertanyaannya :

a. apakah perubahan sistem dan struktur diperkenankan oleh Pancasila dan UUD 1945?

Jelaskan.?

b. Sebutkan 2 lembaga negara yang siaudara ketahui saat ini dan apa saja wewenang

yang diberikan padanya.

2. suatu bangsa dikenal melalui ciri2 atau kekhasan yang dimilikinya. apakah kekhasan

yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain.?

Jelaskan menurut pendapat anda.

 

jawaban ditulis tangan dengan waktu 60 menit.

setelah selesai dikumpulkan ketua tingkat .

wajib absen dan tidak boleh diwakilkan.

terimakasih,,ttd Dosen ybs

« Older Entries